Hammer
Hammer adalah pola pembalikan bullish satu candle yang terbentuk setelah downtrend, ditandai dengan body kecil di dekat bagian atas range dan lower wick minimal dua kali panjang body.
Lower wick yang panjang menunjukkan penjual menekan harga turun tajam selama sesi, tetapi pembeli masuk dan mendorong harga kembali naik hingga ditutup mendekati harga open — tanda awal tekanan jual mulai melemah.
- Muncul setelah downtrend yang jelas — konteks sangat penting untuk menyebutnya sebagai Hammer.
- Body kecil (bullish atau bearish) berada di sepertiga bagian atas range candle.
- Lower wick minimal 2x panjang body.
- Sedikit atau tanpa upper wick.
- Tunggu candle konfirmasi bullish sebelum entry — Hammer saja bukan sinyal transaksi.
- Penempatan stop-loss yang umum adalah tepat di bawah low Hammer.
- Volume trading yang lebih tinggi pada candle Hammer atau candle konfirmasi menambah keyakinan.
Hanya untuk edukasi — bukan nasihat keuangan. Gabungkan pola candlestick apa pun dengan konteks pasar yang lebih luas, manajemen risiko, dan rencana trading Anda sendiri.
Pertanyaan umum
Hammer adalah sinyal pembalikan bullish — muncul setelah downtrend dan menunjukkan pembeli mulai mengungguli penjual.
Bentuknya terlihat identik, tetapi Hammer terbentuk setelah downtrend (bullish), sedangkan Hanging Man terbentuk setelah uptrend (bearish). Konteks, bukan bentuk, yang membedakan keduanya.